Simple Tutorial CodeIgniter Episode 1

Sep 27, 2009   //   by anggie   //   CodeIgniter, PHP  //  1 Comment

Belajar CodeIgniter tidaklah terlalu sulit. Bagi Anda yang sudah menguasai PHP dasar, saya kira Anda dapat menguasai CI dengan cepat. Saya sendiri pun (yang hanya autodidak) dapat mempelajarinya dengan lumayan cepat tanpa hambatan yang berarti. Mengapa? Berawal dari User Guide-nya CI yang sangat jelas, hingga community-nya yang sangat responsible membuat saya cepat dalam mempelajarinya. Saat ini, saya lumayan lancar dalam membuat aplikasi dengan CI, meskipun tidak terlalu canggih.

Sebelumnya, saya tekankan bahwa disini saya asumsikan Anda sudah menguasai dasar PHP, terutama konsep class. Mengapa class? Karena CI pada dasarnya adalah berorientasi objek, jadi, kita nantinya akan sering membuat class-class PHP dalam prosesnya. Jika Anda merasa belum menguasainya, silakan baca buku atau cari referensi di internet.

OK, kita mulai.

Kita akan mulai mini tutorial ini dari pembahasan Controller dan View. Dua komponen ini adalah minimal kita buat ketika membuat aplikasi dengan CI. Controller merupakan kumpulan function yang terangkum dalam suatu class. Bagaimana dengan View? View adalah file yang umumnya berisi HTML dan (sedikit) PHP script yang nantinya akan ditampilkan di browser. Secara mudah, prosesnya adalah Controller melakukan Query ke database, kemudian dia juga mem-parsing-kan data hasil query tersebut ke View. Nah, di view, kita looping data tersebut untuk ditampilkan.

Secara umum, struktur file controller seperti berukut ini.

Class Mycontroller extends Controller<br />
{
     function MyController()
     {
            parent::Controller();
     }
     function index()
    {
          // some code
     }
    function other_function()
    {
           // some code
    }
}

Controller di atas bernama Mycontroller (huruf pertama harus kapital) dan disimpan dalam folder system/application/controllers/ dengan nama mycontroller.php (huruf pertama tidak kapital). Disini yang perlu kita ingat bahwa nama controller menjadi nama file controller tersebut. Perhatikan, Mycontroller memiliki function index() dan other_function(). Dalam sistem URL CI (default), controller akan menjadi segmen pertama dari url kita, dan function menjadi yang kedua. Jadi, jika kita ingin mengeksekusi controller mycontroller dan function index, maka kita tulis dalam url :

http://example.com/root/index.php/mycontroller/index

dengan asumsi root adalah nama root folder anda di webserver. Perlu diingat bahwa khusus function index (yang selalu ada dalam setiap controller) tidak perlu dituliskan (optional). Untuk fungsi kedua, kita tulis dalam url :

http://example.com/root/index.php/mycontroller/other_function

Seperti itulah dasar controller.
Kita dapat juga memberikan parameter ke controller, lewat url, mulai dari segment ke 3 dan seterusnya. Misalkan url kita :

http://example.com/root/index.php/mycontroller/other_function/3/1

berarti kita memberikan parameter 3 dan 1 sebagai nilai yang akan diolah di controller (Kita akan membahas ini lebih dalam di episode mendatang).

Related posts:

  1. Simple Tutorial CodeIgniter Episode 2
  2. Simple Tutorial CodeIgniter Episode 3
  3. Membuat Website dengan CodeIgniter #1
  4. Teknik Mempercantik URL di CodeIgniter
  5. Menampilkan Gambar dari Database di CodeIgniter

1 Comment

  • Tutorialnya simple namun jelas. Terima kasih untuk sharing ilmunya.


Leave a comment