Simple Tutorial CodeIgniter Episode 3
Kali ini kita akan membahas tentang model. Sejatinya, model adalah file PHP yang dirancang khusus untuk mengakses database. Jadi, ketika kita bekerja dengan database (insert, update, delete, akses data, dsb), sebaiknya kita memanfaatkan model dalam prosesnya. Mungkin hal ini tidaklah mutlak diharuskan, tetapi alangkah lebih baiknya dilakukan. Mengapa? Hal ini akan memudahkan kita dalam proses pembuatan aplikasi (mempercepat), karena semua akses ke database diatur dalam satu kelompok file yang jelas, tidak tersebar. Jadi, ketika ada kesalahan mudah dalam penanganannya.
Model dibuat untuk mempermudah akses ke tabel database. Oleh karenanya, agar memudahkan kita dalam bekerja, sebaiknya pembuatan file model sesuai dengan kelompok aksesnya. Ada dua pilihan disini, yaitu :
- Kelompok berdasarkan tabel. Jadi, setiap tabel memiliki satu file model yang khusus untuk operasi di tabel tersebut.
- Kelompok berdasarkan jenis/topik. Misalnya anda mengelola sistem pegawai, mungkin model yang ada adalah sistem_gaji_model.php, sistem_kenaikan_pangkat.php, dsb, yang mana model tersebut mengakses lebih dari satu tabel, tapi mengarah ke topik yang sama.
Contoh file model :
class Pegawai_model extends Model { // fungsi konstruktor, harus ada di setiap model yang kita buat (nama fungsi sama dengan nama class) function Pegawai_model() { parent::Model(); // baris wajib!! } function getAll() { $data = $this->db->get('pegawai'); return $data; } }
File model disimpan dalam folder application/models/. Kita dapat menyimpannya langsung di folder tersebut atau bisa juga di dalam subfolder. Tapi ingat, hal ini mempengaruhi pada saat pemanggilan/load model. Contoh :
//jika langsung dalam app/models $this->load->model('nama_model'); //jika dalam subfolder $this->load->model('nama_sub_folder/nama_model');
Setelah diload, kita dapat menggunakannya seperti class biasa, $this->nama_model->fungsi_model.
Silakan baca user guide CI di bagian Database Class >> Active Record Class untuk lebih memahami bagaimana mengakses database secara optimal di CodeIgniter.
Related posts:
- Simple Tutorial CodeIgniter Episode 2
- Simple Tutorial CodeIgniter Episode 1
- Menampilkan Gambar dari Database di CodeIgniter
- Membuat Website dengan CodeIgniter #2
- Membuat Website dengan CodeIgniter #4
1 Comment
Leave a comment
Recent Posts
Recent Comments
- hendrik on Menampilkan Gambar dari Database di CodeIgniter
- irwan on Membuat Flash Slideshow dengan PHP
- Lirik Yes on Membuat Flash Slideshow dengan PHP
- nanda on Teknik Mempercantik URL di CodeIgniter
- arick on Membuat Combobox Dinamis dengan CI dan Ajax
- dede on Membuat Website dengan CodeIgniter #4
- Eko on Membuat Combobox Dinamis dengan CI dan Ajax
- Erie on Sharing Script CI 1.7.2 untuk Sistem Informasi
- yoga on Membuat Website dengan CodeIgniter #3
- alex on Sistem Presensi dan Billing Sekolah
- LUKISAN MODERN on Sharing Script CI 1.7.2 untuk Sistem Informasi
- Wawan on Share MyFinance : Aplikasi Keuangan Berbasis PHP MySQL
- chandra on Share MyFinance : Aplikasi Keuangan Berbasis PHP MySQL
- nophil on Sistem Presensi dan Billing Sekolah
- yazid on Membuat Combobox Dinamis dengan CI dan Ajax
- faqih on Sharing Script CI 1.7.2 untuk Sistem Informasi
- rangga on Share MyFinance : Aplikasi Keuangan Berbasis PHP MySQL
- reeyz on Membuat Website dengan CodeIgniter #1
- Rubby on Membuat Website dengan CodeIgniter #4
- Anggie on Membuat Website dengan CodeIgniter #1



ini code igniter versi berapa yah?